Monthly Archives: September 2014

Edisi 2 – Februari 2014

Oshi Shinobu,

Banyak hal bisa memberi inspirasi dalam kehidupan kita…..

Mari kita simak cerita Senpai Rusdi yang mengajak kita untuk berusaha menerapkan sikap yang bijaksana dalam hidup sehari-hari. Jadilah bijak….

Mau oleh-oleh dari Nanjing? Ayo kita baca cerita Sensei Setia Purnama sepulang dari 2013 Chinese Championship. Pasti akan bermanfaat untuk kemajuan perguruan kita.

Selamat membaca !diana_crop1

 

 

CATATAN SENSEI SETIA PURNAMA : MENGHADIRI “2013 CHINESE CHAMPIONSHIP” DI NANJING

Pada tanggal 30 September 2013 saya berdua dengan Senpai Rusdi berangkat dari Jakarta menuju Nanjing-China dengan transit di Hongkong. Tiba di Nanjing Airport pk 22.00,  tetapi kami baru keluar dari airport setelah hampir pk 23.00 karena menunggu bagasi yang lambat keluar. Kami dijemput oleh sepasang suami istri muda, yang ternyata suaminya akan menjadi wasit pada hari berikutnya dan juga peserta pertandingan pada hari ketiga turnamen. Rupanya dia adalah seorang instruktur di Nanjing.

Yuan,Wang Mang&RusdiSensei Setia dan Senpai Rusdi foto bersama panitia Yuan dan Senpai Wang Mang di lobby hotel sebelum berangkat ke acara pertandingan. Yuan adalah penerjemah untuk bahasa Inggris dalam bis tempat rombongan Australia, Rusia dan Indonesia. Sedangkan Senpai Wang Mang banyak menemani dan membantu kami, padahal dia adalah salah satu peserta turnamen dan peserta ujian juga. Mereka berdua anak-anak muda yang hebat.

Pertandingan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 sampai 3 Oktober 2013 dengan jumlah peserta kurang lebih 450 orang sesuai data dari panitia. Peserta didominasi oleh anak-anak yang berjumlah mungkin hampir 200 orang. Selain dari China sendiri, hadir juga peserta dari Australia (11 orang), Rusia (remaja dari IFK, group Hanshi Steve Arneil) dan beberapa peserta atas nama pribadi.

Hari pertama pertandingan dilaksanakan pk 15.00-20.00 waktu setempat, berlangsung di 4 arena, baik Kata maupun Kumite. Semua babak berjalan dengan lancar dan efisien. Semua peserta sesuai kategori yang ditentukan sudah siap di tempat di tepi arena masing-masing. Masing-masing arena mempunyai administrasi dan petugas, termasuk team wasit dan juri yang sangat trampil dalam bertugas dengan segala pergantian yang berlangsung tiap kurang lebih 5 babak.

Peserta tampaknya sudah siap baik fisik maupun mental. Pertandingan Kumite berlangsung dengan intensitas tinggi, baik babak pertama maupun babak perpanjangan bila pertandingan dianggap seri. Rata-rata peserta mempunyai daya tahan tubuh yang tinggi, teknik yang baik, dengan pukulan-pukulan keras dan tendangan tinggi, rendah, termasuk Do mawashi geri, seperti wheel kick atau juga rolling kick. Tampak perbedaan dalam penguasaan teknik pada peserta yang menyandang sabuk berbeda warna. Mereka benar-benar bisa mempertanggungjawabkan setiap kenaikan tingkat.

Pertandingan hari kedua dimulai pk 09.00 dan berakhir pk 19.00 menggunakan 3 arena pada pagi hari dan kemudian 2 arena pada sore hari.

Defile in Nanjing A

 

Defile peserta pada hari ketiga turnamen “2013 Chinese Championship” di Yangzhou.

 

 

 

Hari ketiga yang merupakan babak final semua kategori dilangsungkan di kota yang berjarak 100 km dari Nanjing, yaitu kota Yangzhou, sebuah kota wisata yang dikembangkan dengan baik dengan gedung olah raga yang megah. Pertandingan final berlangsung pk 13.30-16.30 dihadiri oleh para undangan dan pejabat yang berkaitan dengan keolahragaan. Dibuka dengan defile, lagu kebangsaan, janji peserta, demo wushu dan tameshiwari mematahkan baseball bat menggunakan mawashi geri. Peragaan teknik Kumite yang dilarang dan diperbolehkan berlangsung baik dan jelas, serta menjadi tontonan menarik tersendiri.

Secara keseluruhan kejuaraan berlangsung lancar dan menghasilkan juara-juara yang memang layak. Kepanitiaan pun bekerja dengan sukses.

Photo of the Champions

 

Foto para juara “2013 Chinese Championship” bersama team juri wasit.

 

 

 

Tanggal 4 Oktober diadakan seminar pk 10.00-12.00 oleh Hanshi John Taylor – Dan IX dari Australia yang merupakan Vice President IKO Matsushima, di Dojo Utama Nanjing, lantai 17 gedung olah raga bertingkat di Business District.

seminar in nanjing 2 A

 

Seminar yang dipimpin oleh Hanshi John Taylor.

 

 

 

seminar in nanjing A

 

Dalam seminar Sensei Setia diminta membantu menerjemahkan penjelasan Hanshi John Taylor mengenai teknik-teknik karate ke bahasa Mandarin

 

 

Setelah makan siang pada pk 14.00 diadakan ujian yang berlangsung kurang lebih 3 jam dan diawasi langsung oleh Hanshi John Taylor. Mayoritas peserta ujian adalah anggota panitia yang juga peserta pertandingan dan sekaligus bertugas sebagai guide bagi tamu dari luar negri. Warga sabuk hitam yang menjadi sparring partner juga merupakan para peserta dan juara turnamen kemarinnya.

Warga Kyokushin China sangat kompak dan mendukung terselenggaranya acara-acara tersebut diatas. Bahkan menurut informasi, ada sekitar 100 orang sukarelawan yang membantu dalam kejuaraan ini, walaupun mereka bukan warga Kyokushin.

Kami kembali pada tanggal 5 Oktober dan tiba di Jakarta sudah hampir tengah malam.

Mudah-mudahan catatan perjalanan ini memberi inspirasi bagi kita semua dan bermanfaat untuk membantu memajukan perguruan kita.

Oss.

Setia Purnama.

Hanshi & Senpai Terry AFoto Sensei Setia Purnama bersama Hanshi John Taylor dan Senpai Terry di Dojo Utama Nanjing. Senpai Terry adalah seorang Shodan yang senior dan sudah sangat lama berlatih, bahkan sudah bertemu Sosai Oyama pada pertengahan tahun 70’an.

Tampak  latar belakang adalah nama-nama warga dojo tersebut dalam bahasa Mandarin, termasuk nama Kancho Matsushima dan Hanshi John Taylor dalam huruf kanji.

 

ACARA AWAL TAHUN 2014 DAN PENGUMUMAN HASIL UJIAN KWARTAL III/2013

 

100_1642

Senpai, ayo doong… kapan kita bikin acara makan-makan lagi…. ? Itu pertanyaan beberapa warga Dojo BSD dan keluarganya selesai kita latihan di dojo.

Akhirnya dengan semangat 45… pada hari Minggu 26 Januari 2014 jam 10 pagi kita adakan acara kumpul-kumpul, merayakan awal tahun 2014, sekalian pengumuman dan pembagian sabuk hasil ujian kwartal 3/2013. Warga antusias sekali menyambutnya.

Acara yang diadakan di Dojo Sho Shin BSD ini merupakan gabungan dari kelas Sensei Sugi Rabu-Minggu, kelas Sensei Setia Senin-Kamis, kelas Karate Kids Senpai Diana Selasa-Jumat, ditambah kelasnya Sensei Muchtar Di Dojo Gading Serpong Rabu-Minggu.

Pembukaan latihan… diumumkan hasil ujian kwartal 3/2013 yang dilaksanakan di bulan Desember 2013 lalu. Selamat ya buat yang lulus dan naik tingkat, tentu saja dengan bertambah tingginya tingkatan diwajibkan menambah ilmu sesuai tingkatannya, dan kemampuan serta semangat latihan harus meningkat juga. Apabila ada yang belum lulus, justru merupakan pengalaman berharga untuk refleksi diri dan merupakan tantangan bagi diri sendiri untuk semakin giat berlatih dan menggapai cita-cita.

100_1603

 

Sensei Sugi membacakan hasil ujian kwartal 3/2013,  bersama para instruktur IKKA.

 

 

 

100_1611_1

 

 

Selamat ya… naik tingkat, ganti warna sabuk… Semangat berlatih juga harus meningkat lho …!!                                                             

 

 

Setelah selesai acara pengumuman dan pembagian sabuk hasil ujian, kita berlatih bersama. Calisthenic dan Basic dipimpin bergantian oleh Sensei Sugi, Senpai Antonius Manto, Senpai Margaret, Senpai Kim Liung dan Senpai Wisnu. Baik warga yang senior, maupun warga yang masih baru, semuanya semangat sekali melakukan Basic.

100_1627   100_1617

Selesai latihan, kita kumpul sebentar ya…  Senpai Diana mau kasih pengumuman, siapa saja yang kwartal 3/2013 paling rajin latihan, yang jumlah absensinya paling banyak dalam satu kwartal. Wah… semua harap-harap cemas menunggu, soalnya… dapat hadiah lho !! Hadiahnya bagus, gelas mug untuk minum, ada gambar kanku dan foto warga tersebut. Hmmm… siapa ya yang dapat mug tersebut ?

100_1645

 

 

Senpai Diana mengumumkan siapa warga yang kwartal 3/2013 paling rajin berlatih. Siapa yaa… ??

 

 

100_1652

Ternyata untuk Kelas Umum Sensei Sugi, warga yang paling rajin adalah Theresa Farah Umaratih, atau akrab dipanggil Raras.

Sedangkan untuk Kelas Karate Kids Senpai Diana, warga yang paling rajin adalah Rowen Rodotua Harahap, yang sehari-hari panggilannya Owen.

Selamat ya… Semangat berlatih mereka berdua layak mendapat acungan jempol. Tetap pertahankan, dan berharap menjadi contoh buat warga yang lain.

Hadiahnya ? Tuh lihat… ada di tangan mereka berdua. Ada foto mereka dicetak lho pada mug itu ! Bagus sekali !!

Kemudian kita semua foto bersama….. jepret ! jepret !!

Sudah lapar semuanya ? Tungguuu… belum boleh makan.…

Nggak seru kalau acara kumpul-kumpul gini tidak ada permainannya, kan nanti enggak ada yang dikerjain ! haha…. Nah ini acaranya Senpai Margaret. Semua warga dikumpulkan dalam satu lingkaran, baik warga yang pakai karategi, maupun keluarganya yang ikut datang.

100_1659   100_1665

Perkenalan dulu, masing-masing sebutkan nama dan cerita dikit. Hafalin namanya lho ya…nanti ditanya gak tau…

Lalu kita main angka 3 dan kelipatannya. Warga berurutan menyebut urutan angka… satu.. dua.. Oss! ..empat.. lima.. Oss! .. dan seterusnya…. Ternyata semua angka 3 dan kelipatannya diganti kata Oss! Gampang ya… tapi betul-betul butuh konsentrasi. Biarpun semuanya pernah sekolah, tapi ada saja yang salah. Dihukum ? Jelas…..

100_1675

 

Yang terhukum semua baris di depan, ayo megal-megol pinggulnya menirukan bentuk huruf O S S… Lucu juga, seksi loh dari belakang… hihi…

 

 

Satu lagi permainan, warga bikin dua barisan panjang, ayo cepet-cepetan oper tali rafia dari ujung depan ke warga paling ujung belakang.  Talinya gak boleh dipegang tangan ya…. Seru loh, ada yang nyangkut di leher talinya gak mau lewat.

Barisan siapa yang menang ? Ahh… tidak masalah… Ternyata semua dapat hadiah bingkisan makanan. Yang penting seru ya…

100_1678   100_1686   100_1685

Terakhir yang ditunggu-tunggu tentu saja acara makan siang. Team yang menata makanan adalah Fenny dan Fani, sehingga nasi soto ayam tersaji rapih di mangkuk dan warga siap makan.

100_1622   100_1616

Omong-omong… selain soto ayam yang disediakan dojo, warga banyak juga yang membawa makanan lho… Setampah jajan pasar menggiurkan. Risol mayonais kesukaan anak-anak. Kue cubit dan kue-kue lain yang enak. Terutama sepinggan spageti yang tidak sampai 10 menit sudah ludes bersih. Ada susu kotak yang menyehatkan. Tak lupa es goyang beraneka rasa, dari apokat, kelapa, strawberi, coklat dll.

Coba lihat di foto, asyiknya warga makan bersama-sama. Senang ya kumpul-kumpul begini, boleh juga sering-sering, asalkan latihan makin semangat. Ayo warga IKKA, kita pupuk rasa kebersamaan ini, baik di antara warga maupun keluarganya.

100_1699   100_1697

100_1696  100_1710  100_1705

100_1704  100_1706  100_1701

100_1708  100_1707  100_1709

( artikel ditulis oleh Diana Agustina )

 

JADILAH BIJAK

tiongkok 1

Kisah ini terjadi di Negara Tiongkok, dalam suatu padepokan, dimana hidup seorang guru yang sangat dihormati oleh semua orang karena ketegasan dan kejujurannya.

 

Suatu hari, dua orang murid menghadap sang guru. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21, murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka, sambil si bodoh mengatakan :

“Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru. Tetapi jika kamu yang benar 3 x 7 = 21 maka saya bersedia memengggal kepala saya sendiri !” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.

“Katakan guru, mana yang benar ?” tanya si murid bodoh.

Ternyata sang guru memvonis cambuk 10 kali murid yang pandai, yang menjawab 21.

Sehingga si murid pandai protes.

tiongkok 2

Sang guru menjawab : “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidakarifan-mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21 !”

Guru melanjutkan : “Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif daripada harus melihat satu nyawa terbuang sia-sia.”

 

Pesan Moral :

Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya ? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, kolega… Berdebat atau bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya diam bagi kita untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Diam bukan berarti kalah, bukan ? Memang bukan hal yang mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.

Maka….. Jadilah BIJAK….

( diceritakan kembali oleh Senpai Rusdi Ngudjiharto )

 

Edisi 1 – Agustus 2013

Oshi Shinobu,

Tahun yang penuh harapan…..

Setelah membuka hati dan berbenah, kami terbit kembali mengisi hari-hari warga.

Saling berbagi berita, pengumuman, pengetahuan, cerita…. apapun yang bisa saling bermanfaat buat kita semua. Membina komunikasi di antara kita…..

Kehadiran Kancho Matsushima dan Hanshi John Taylor dengan cuplikan-cuplikan cerita uniknya mewarnai buletin perdana IKKA ini.

Selamat membaca dan mari kita melahap isi buletin ini dengan pola berpikir Sho Shin.

diana_crop1

KEDATANGAN KANCHO MATSUSHIMA DARI JEPANG DAN HANSHI JOHN TAYLOR DARI AUSTRALIA

Dari tanggal 16 sampai 23 April 2013 pengurus maupun seluruh warga IKKA antusias menyambut kehadiran Kancho Matsushima beserta Madam dari Jepang dan Hanshi John Taylor dari Australia.

Hanshi John Taylor datang lebih awal untuk memberikan Instructor’s Course kepada para Instruktur IKKA selama 3 hari, kemudian Kancho Matsushima menyusul untuk meresmikan Dojo Utama IKKA di Sho Shin Gym BSD, sekaligus mengumumkan IKKA sebagai afiliasi dari IKO Matsushima.

Peresmian disahkan dengan pemotongan pita oleh Kancho Matsushima dan Bapak Harry Tjan Silalahi. Bapak Harry Tjan Silalahi adalah seorang tokoh intelektual dalam masyarakat Indonesia, beliau salah satu pendiri dan anggota Dewan Pembina CSIS (Center for Strategic and International Studies). Acara ini dihadiri oleh Bapak Widjojo Sudjono dan Sensei Sali Pasolang serta beberapa senior perguruan. Juga hadir beberapa wartawan dari media setempat untuk mengikuti Press Conference. Tentu saja acara ditutup dengan potong tumpeng dan makan siang bersama.

IMG_8361_c

 

Minggu 21 April 2013 Kancho Matsushima memimpin Seminar Karate di Sports Club Alam Sutera, yang diikuti oleh 120 warga IKKA. Betapa senangnya warga bisa bertatap muka dan berbincang langsung dengan Kancho dan Hanshi, berfoto bersama dan mendapatkan tanda tangan untuk kenang-kenangan.

seminar-4     seminar-19 C

Setelah semua acara resmi selesai dan ditutup dengan acara makan malam bersama di Restoran Eka Ria Jakarta… besoknya Kancho, Madam dan Hanshi diajak bersantai seharian menikmati keindahan Mega Mendung.

SOSOK HANSHI JOHN TAYLOR YANG GAGAH

_MG_5009_cSelasa sore 16 April 2013 panitia penjemputan telah siap di bandara Soekarno Hatta, menunggu kedatangan Hanshi John Taylor dari Australia.

Hanshi John Taylor yang lahir tahun 1941 dan tahun ini berusia 72 tahun tampak badannya gagah dan kuat. Sering bepergian sendiri ke luar negeri. Pembawaannya ramah, bersahabat dan apa adanya. Suka becanda lagi….

Beliau dahulu adalah murid uchi deshi langsung dari Sosai Oyama sendiri, sekitar tahun 1969. Uchi deshi adalah murid yang tinggal di dalam asrama untuk berlatih karate di bawah bimbingan Sosai Oyama. Biasanya mereka tinggal selama satu sampai tiga tahun.

Coba tebak…. sabuk hitam Hanshi garisnya ada berapa ? Hanshi mesti diam dulu, kalau gerak terus nanti susah ngitungnya, soalnya garisnya buanyaaak… Betul, ada 9 garis. Hanshi Dan 9 !!

_MG_5201

Beliau aktif melatih di dojonya di Australia, dalam seminggu bisa berlatih sampai 5 kali. Bahkan sehari bisa 2 kelas. Terutama kelas anak-anak sangat antusias, karena beliau sangat dekat dengan anak-anak.

Kedudukan Hanshi John Taylor di IKO Matsushima adalah sebagai Vice President, yang membawahi seluruh Asia Pasifik. Kedatangannya ke Indonesia kali ini adalah untuk memberikan training kepada para Instruktur IKKA selama 3 hari dari tanggal 17 sampai 19 April 2013. Instructor’s Course ini diadakan di Dojo Sho Shin BSD dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore diselingi istirahat makan siang. Banyak sekali hal baru yang didapat oleh para Instruktur, terutama karena penjelasan Hanshi yang terperinci dan sabar. Training berjalan dengan tertib tapi santai, karena Hanshi mengajar dengan gayanya yang santai dan selalu memberi kesempatan kepada para Instruktur untuk bertanya. Kadang diselingi dengan becanda dan bercerita tentang pengalaman beliau berlatih.

HANSHI DAN PARTNER LATIHAN

Dalam training Hanshi tidak hanya sekedar menjelaskan teknik melakukan Basic yang betul, melainkan setiap gerakan dalam Basic dipraktekkan penerapannya.

Untuk itu beliau selalu mengajak salah satu senior di barisan depan untuk menjadi partnernya dalam menerapkan gerakan tersebut, yang tentunya sering kali berupa serangan pukulan atau tendangan.

Dan kebetulan… senior yang berdiri pas di depan Hanshi adalah Sensei Sugi. Wah… Sensei Sugi yang paling sering menjadi korban, jadi contoh menerima pukulan di kepala, di badan, kadang sampai terpental ke lantai…..gedubrakkk… Biarpun Hanshi melakukannya pelan-pelan, tapi tekniknya tepat dan akurat. Untung Sensei Sugi cukup menguasai teknik, sehingga bisa mengimbanginya, jadi tidak babak belur setelah 3 hari jadi partner…

_MG_4893     _MG_5046     _MG_4917

KANCHO YANG SUKA BECANDA DAN MADAM YANG LEMAH LEMBUT

IMG_8323_c

Jumat 19 April 2013 Kancho Yoshikazu Matsushima dan Madam dari Jepang tiba di Indonesia. Ternyata Kancho itu wajahnya ganteng dan kelihatan masih muda lho… Usianya 66 tahun. Beliau dulu adalah murid langsung dari Sosai Oyama di jepang.

Kancho Matsushima adalah pendiri IKO Matsushima dengan jabatan sebagai President / Kancho. Orangnya kelihatan serius, tapi ternyata suka becanda banget. Kalau bercerita dengan gaya dan ekspresi yang lucu. Kadang biarpun kita tidak mengerti ucapannya karena dalam bahasa Jepang, tapi melihat gerakannya kita jadi mengerti dan tertawa.

Nah kalau istrinya, yaitu Madam Mikiko yang juga awet muda dan wajahnya segar berseri, konon adalah pendamping Kancho dalam mengurusi administrasi di Honbu Dojo. Orangnya lembut, suka becanda juga.

Kedatangan Kancho khusus dari Jepang terutama untuk meresmikan Dojo Utama IKKA di Sho Shin Gym BSD pada hari Sabtu 20 April 2013, dan juga memimpin Seminar Karate di Sports Club Alam Sutera pada hari Minggu 21 April 2013. Ramai sekali warga yang hadir dalam Seminar karate tersebut, ada sekitar 120 orang warga IKKA. Banyak kombinasi gerakan yang diberikan oleh Kancho, memberikan banyak pelajaran baru buat warga.

 

DITERJEMAHKAN 3 BAHASA

Bila bepergian ke luar negeri Kancho selalu ditemani Madam Mikiko. Coba tebak kenapa hayo..?? Salah satunya karena Kancho lancarnya berbahasa Jepang, sedangkan Madam pinter bahasa Inggris. Ini membuat Seminar Karate hari Minggu di Sports Club Alam Sutera jadi unik. Waktu memimpin latihan, kalau Kancho ingin menjelaskan sesuatu di depan warga, maka Kancho dengan cueknya berbicara bla..bla..bla… dalam bahasa Jepang, lalu Madam mendekat ke samping Kancho dan menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan terpaksa Sensei Setia lari-lari ke depan dan menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia…hehe… Untung lho sebagian warga yang berasal dari Jawa mengerti bahasa Indonesia, coba terpaksa kita perlu satu penerjemah lagi ke bahasa Jawa. Belum lagi warga yang orang Sunda…