Be More Mature and Learn More in 4 Days

Be More Mature and Learn More in 4 Days,” begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kegiatan yang saya ikuti kali ini. Menjadi lebih dewasa dan belajar lebih selama 4 hari…… Mengapa demikian? Apa yang terjadi selama 4 hari tersebut, dan apa yang saya pelajari? Di dalam artikel ini, saya akan membagikan pengalaman yang tidak akan saya dapatkan di luar.

Selama 4 hari, saya berkesempatan mengikuti Latihan Calon Instruktur IKKA, yang diadakan di Mega Indah, Puncak pada tanggal 26 sampai 29 Mei 2014 yang lalu. Saya dipercaya dan diberi kesempatan untuk mempelajari lebih jauh semua hal tentang IKKA, mulai dari teknik-teknik karatenya, administrasi, hingga nilai-nilai hidup yang sangat berharga.
Berangkat pada hari Selasa sore, saya, Sensei Sugiarto Wiyono, Senpai Antonius Nadi dan Senpai Aufra berangkat bersama-sama dari Sho Shin Gym BSD sekitar pukul 16.20. Perjalanan yang saya cukup lama karena faktor kemacetan dan jarak yang cukup jauh, namun suasana yang cukup santai dan penuh harapan di dada untuk mendapatkan pengalaman baru membuatnya tidak terasa. Akhirnya kami tiba di Villa Mega Indah sekitar pukul 08.00 malam. Sesampainya di sana, ternyata sudah ditunggu oleh Sensei Setia Purnama dan Senpai Antonius Manto. Kamipun segera bergabung untuk istirahat dan makan malam.

Selesai makan malam, kami mendiskusikan beberapa hal dengan para senior seperti Sensei Setia, Sensei Sugi dan Senpai Antonius Manto. Kami diberi pengarahan dan pengenalan singkat mengenai latihan yang akan kami jalani dan tujuan diadakannya latihan ini. Kami juga diberi gambaran singkat tentang apa yang akan kami lakukan setelah mengikuti pelatihan ini. Pukul 10 malam, kami segera naik ke Villa atas untuk membersihkan diri dan bersiap-siap tidur. Saya mendapat kamar tersendiri karena kebetulan saya satu-satunya peserta wanita. Sebenarnya saya agak takut sih tidur sendirian hi.hi.., tapi juga cukup bangga menjadi peserta paling muda dan perempuan sendiri, hehe. Menjelang tengah malam tiba-tiba ada sedikit kegaduhan. Oo ternyata Senpai Rita dan Senpai Charlie datang, syukurlah peserta jadi tambah ramai dan saya tidak harus tidur sendirian.

Keesokan harinya, kegiatan dimulai pukul 07.00 pagi dengan acara sarapan ke dapur. Berbagai makanan telah disiapkan, mulai dari roti hingga nasi goreng. Wah Senpei Aufra menemukan posisi paling strategis yaitu dekat dengan roti sehingga nggak jauh-jauh kalaumau nambah he..he.. Setelah menikmati sarapan, kami naik kembali dan bersiap-siap untuk memulai latihan. Kami latihan di sebuah pendopo di lereng paling bawah pinggir sungai. Gemericik air sungai menambah semangat kami latihan.

cin_2Sesi pertama, kami melakukan basic. Disini Sensei Setia membahas secara detail satu persatu gerakan-gerakan basic dan beberapa penjelasan advance untuk memperjelas fungsi dan kontribusi dari gerakan-gerakan tersebut. Wah saya menjadi semakin kaya dengan pengetahuan tentang basic. Sesi ini selesai pukul 12.00 siang dan kami semua naik untuk makan siang. Sambil makan siang, kami kembali mengobrol beberapa hal kecil mengenai karate diluar IKKA. Sesi kedua kami mulai pukul 2 siang. Pada sesi ini, Senpai Rita tidak bisa ikut karena adanya urusan pekerjaan yang membuat beliau pulang lebih awal. Kami melanjutkan basic yang belum selesai dibahas dan melakukan gerakan jalan. Sensei Setia juga menjelaskan cara melakukan gerakan jalan yang benar dan beberapa kombinasi yang bisa diterapkan kepada warga. Pukul 5 sore kami kembali ke atas untuk mandi dan makan malam.

Sesi berikutnya dimulai pukul 8 malam. Sensei Setia membagikan untuk kami sebuah buku Kurikulum IKKA baik sebagai pedoman selama mengikuti latihan disini maupun setelah selesai dari latihan ini. Beliau membahas Tata Tertib Dojo secara umum yang ternyata mempunyai banyak filosofi. Beruntung sekali saya mendapat pengetahuan ini.

Pembicaraan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai urutan calisthenic dan basic sesuai standard, lalu berlanjut ke Kihon dan Idokihon atau gerakan jalan yang biasa diberikan kepada warga sesuai tingkatannya. Ternyata penjelasan ini langsung dipraktekkan lho pada keesokan harinya. Sensei Setia melanjutkan penjelasannya dengan topik KATA dan BUNKAI . Filosofi dari KATA dan BUNKAI ini ternyata sangat dalam sehingga kami lebih menghayati ketika melakukannya pada sesi selanjutnya.

Hal utama yang paling mengesankan bagi saya dalam buku yang dibahas adalah Nilai-Nilai Kepelatihan. Sensei Setia menjelaskan satu persatu nilai tersebut dan alasan diterapkannya nilai tersebut. Hal ini sangat berguna bagi saya karena nilai-nilai ini dapat meningkatkan kedewasaan dan melatih mental saya kedepannya dalam menghadapi tantangan dalam pergaulan. Saya jadi merasa lebih beruntung dibanding remaja lain karena berada disini . Dalam kesempatan ini juga saya bertanya kepada Sensei Setia bagaimana menghadapi warga yang tidak menghormati instrukturnya karena faktor umur, menjadi warga lebih dulu dan sebagainya. Beliau mengatakan bahwa seharusnya warga tersebut menghormati dan menghargai kita sebagai instruktur dan pemegang dojo tersebut. Warga tersebut tidak bisa seenaknya saja mengatur dojo yang bukan haknya. Wow… makin lengkaplah bekal saya. Tidak terasa malam kembali membuat kami harus mengakhiri sesi ini untuk istirahat dan menyiapkan energi untuk esok hari.

cin_5Hari ketiga. Saya bangun dengan segar karena mendengar bunyi alarm HP. Rupanya bunyi alarm Hpnya Aufra. Tapi walau alarm tersebut bunyi berkali-kali si empunya HP tetap aja nggak bergeming hi hi…, begitu juga dengan Senpai Anton dan Charlie yang tetap pulas. Selesai sarapan kami mulai kegiatan hari ini dengan basic dan gerakan jalan dengan mengikuti pedoman dari buku Kurikulum IKKA sesuai dengan tingkatan warga. Dimulai dari gerakan jalan yang sederhana, hingga gerakan jalan yang tidak bisa dibilang mudah dilanjutkan dengan kembali mendalami gerakan KATA. Pada sesi ini kami kembali dijelaskan secara detail satu persatu gerakan KATA tersebut. Sambil me-review kembali KATA yang ada, kami juga diajarkan KATA baru yaitu Seipai dan Garyu. Gerakannya tidak terlalu sulit, namun cukup sulit untuk menghafalkannya karena ada beberapa gerakan yang jarang digunakan dan cukup panjang dalam melakukannya. Sesi kedua pun akhirnya selesai dan kami kembali untuk makan malam.

Selesai makan malam, sesi selanjutnya dipimpin oleh Sensei Sugi. Beliau menjelaskan tentang administrasi IKKA. Mulai dari iuran dojo, tata cara membuat laporan hingga kontribusi dan income bagi para instruktur. Dari sesi malam ini Sensei Sugi secara tidak langsung juga mengajak kami untuk pintar dalam mengelola dojo dan menarik para warga untuk berlatih sehingga kami dapat memberikan kontribusi lebih kepada IKKA dan bahkan dapat menguntungkan kami pribadi.

cin_3        cin_4

Hari terakhir dari latihan ini dimulai seperti hari-hari sebelumnya. Di hari ketiga ini, Senpai Rita kembali datang, dan beliau mengajak Senpai Margaret dan Senpai Ida untuk ikut ke Mega Indah. Sehingga pada hari terakhir ini, kami kembali diramaikan dengan Senpai Rita dan Senpai Margaret yang ikut latihan bersama. Pada sesi pertama, kami melanjutkan KATA yang belum sempat dilakukan kemarin dan juga latihan menggunakan alat. Sensei Setia memberikan beberapa kombinasi yang dapat diterapkan kepada warga agar mereka terbiasa untuk melakukan kumite. Tidak terlewatkan kami juga melakukan kombinasi advance yang cukup melelahkan. Namun sesi kali ini cukup menyenangkan dan lebih menambah wawasan dalam hal kombinasi. Setelah makan siang, kami kembali melanjutkan sesi dengan bahan latihan kumite. Kami bergiliran satu persatu untuk melakukan kumite diatur dengan tujuan mengajarkan warga agar terbiasa dan menjadikan kumite sebagai hal yang menyenangkan. Di akhir sesi, kami bergiliran memukul secara berpasangan tanpa ditangkis. Menurut saya ini bagian yang menyenangkan karena kami melakukannya dengan santai dan fun. Sesi terakhir ini menandakan latihan instruktur kami telah selesai. Sebelum pulang, kami semua mandi dan makan beberapa snack yang kami bawa. Kami berlomba-lomba menghabiskan makanan untuk membayar latihan kami selama 3 hari ini hehe.

cin_1Tidak terasa 4 hari telah kami lewati di Mega Indah ini. Tidak lupa kami berfoto bersama di akhir acara. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan dari latihan ini. Seperti judul artikel ini, saya memang belajar lebih selama 4 hari ini. Baik tentang materi karate, pengalaman para senior, dan nilai hidup yang menjadikan saya semakin dewasa, dan lebih siap menghadapi tantangan di luar. Semoga saya tetap rendah hati dan mau terus belajar.

Tentu saja semua yang saya dapatkan ini berkat dedikasi, komitmen, dan kepedulian para sensei, seperti Sensei Setia Purnama, Sensei Sugiarto Wiyono, Senpai Antonius Manto, Sensei Hadi Sunyoto, Sensei Andi Susila dan para sensei yang lain. Terima kasih para sensei dan senpai yang sudah menginspirasi kami, para anak muda.

( Diceritakan oleh Senpai Cindy N. Wijaya )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>