TEKNIK KARATE

KUMITE DAN DISKUSI

Ada yang mengatakan bahwa berlatih kumite seperti sedang melakukan diskusi.

Diskusi akan berlangsung dengan baik bila kedua pihak (paling sedikit) mempunyai platform yang sama.

Sebelum mencapai tahap berdiskusi, dalam proses mempelajari suatu bahasa kita perlu menghafal huruf-huruf dan mengerti kata-katanya, paling tidak yang biasa diucapkan sehari-hari. Setelah memahami setiap kata, kita belajar menyusun kalimat. Mungkin awalnya berusaha menghafalkan beberapa kalimat yang umum dipergunakan, sehingga kita mengerti struktur dari bahasa yang bersangkutan. Begitu terbiasa dengan kalimat-kalimat dan juga trampil menyusun kalimat sendiri, maka kita sudah siap bercakap-cakap. Seiring dengan pengetahuan dan referensi, kita bahkan siap untuk berdiskusi.

Bercakap-cakap dan terutama berdiskusi harus didasari platform atau dasar pemikiran yang sama. Kadang topiknya dibatasi, giliran berbicara dan waktunya juga diatur sehingga proses diskusi memberi wawasan baru bagi para pelakunya, karena pada dasarnya diskusi yang baik selalu memberikan pengetahuan dan pemahaman baru bagi semua pihak.

kum-4

Kumite (diskusi) harus mulai dipelajari dari awal dengan melakukan teknik-teknik Basic yang baik dan benar. Kadang harus dihafalkan oleh tubuh kita (muscle memory) yang lebih membutuhkan waktu dibandingkan sekedar menghafal diluar kepala. Kemudian kita coba menyusun teknik-teknik yang dipelajari dalam bentuk kombinasi Kata dan Renraku (awalnya bisa dihafalkan). Setelah dipelajarai dan cukup terlatih, kita mulai melakukan Kumite terbatas (Yakusoku Kumite), baik macam teknik, jumlah teknik yang dilontarkan, giliran dan juga intensitasnya bisa diatur (ada yang biasa menyebutnya light kumite atau tap kumite). Yakusoku Kumite bisa meningkatkan kualitas pemahaman sebuah teknik, bahkan bagi orang yang terbiasa bertanding pun.

Kumite seperti juga diskusi atau bahkan perdebatan, memerlukan pikiran yang dingin, hati yang tenang dan mencoba untuk tidak gugup meskipun berada dibawah tekanan, supaya bisa menunjukkan standard latihan yang dicapai yang selama ini kita pelajari.

Kumite yang baik adalah bila yang melakukan bisa melindungi dirinya (defence), bisa menyerangkan teknik dengan baik (offence/attack), bisa menjaga jarak (maai) dan footwork yang fleksibel.

Pada dasarnya latihan kumite adalah latihan pikiran. Sampai batas tertentu juga latihan membuat keputusan atau decision making. Lakukan sesi ini seminggu sekali di tiap dojo dengan tingkat batasan yang berbeda-beda, maka Kumite menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan, baik fisik maupun pikiran.

( oleh Sensei Setia Purnama )

 

THE MOMENT OF IMPACT

karate 3Semua teknik dalam latihan karate mementingkan saat benturan atau saat suatu teknik efektif (moment of impact).

Apa yang perlu diperhatikan dalam memahami hal ini ?

Apakah itu pukulan, tangkisan dan tendangan….. semua melibatkan gerak seluruh tubuh yang berkoordinasi bersamaan (sinkron).

Untuk gerakan tangan, baik itu pukulan maupun tangkisan, melibatkan tangan itu sendiri, bahu, belikat, punggung, pinggang, pinggul dan pijakan kaki. Sesaat akan terjadi benturan, maka bisa dikatakan putaran pergelangan tangan dan putaran pinggul dilakukan bersamaan dan tidak dimulai dengan terburu-buru.

Demikian juga dengan gerakan kaki atau tendangan, pasti akan melibatkan kaki, lutut, pinggul, pinggang dan pijakan kaki dengan putarannya. Sesaat akan mengenai sasaran, maka pelurusan lutut dan putaran kaki yang bertumpu dilakukan bersamaan. Bahkan untuk tendangan tertentu seperti ushiro geri (mawashi) memerlukan bantuan putaran leher dan bahu kemudian pinggang sebelum kaki dilontarkan. Penekukan lutut dilakukan ketika kaki hampir mengenai sasaran.

karate 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>